Kegiatan yang berlangsung pukul 12.30 hingga 13.55 WIB tersebut diikuti sekitar 30 anggota komunitas ojol. Silaturahmi ini menjadi momentum untuk mempererat komunikasi dan membangun kolaborasi antara kepolisian dengan para pengemudi ojol dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Boyolali menyampaikan apresiasi atas peran komunitas ojol yang setiap hari beraktivitas di tengah masyarakat dan berada di jalan raya. Menurutnya, keberadaan para pengemudi ojol memiliki posisi strategis sebagai mitra kepolisian dalam menyampaikan informasi terkait situasi kamtibmas maupun kondisi lalu lintas.
“Rekan-rekan ojek online berada di tengah masyarakat dan di jalan raya setiap hari. Karena itu, secara tidak langsung dapat menjadi mata dan telinga dalam melihat berbagai situasi yang terjadi di wilayah Boyolali,” ujar Kapolres.
Kapolres juga mengajak komunitas ojol menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas dengan selalu mematuhi rambu dan marka jalan, menggunakan helm, tidak menggunakan telepon seluler saat berkendara, serta tidak melawan arus.
“Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Jangan karena mengejar target atau waktu, kita mengambil risiko yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” tegasnya.
Selain keselamatan berlalu lintas, Kapolres mengajak komunitas ojol turut membantu kepolisian menjaga kondusivitas wilayah. Setiap informasi terkait kecelakaan, kemacetan, tindak kriminalitas, maupun gangguan kamtibmas lainnya diharapkan segera disampaikan kepada pihak kepolisian agar dapat ditindaklanjuti secara cepat.
Kapolres juga mengingatkan para pengemudi ojol untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi serta tidak menyebarkan berita bohong. Jaringan komunikasi yang dimiliki komunitas ojol diharapkan dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan informasi positif dan menjaga situasi Boyolali tetap aman dan kondusif.
Ketua Komunitas Ojek Online Boyolali, Setyo Edi S., menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menyampaikan bahwa komunitas ojol siap menjadi mitra aktif Polres Boyolali, tidak hanya dalam bidang lalu lintas tetapi juga dalam membantu menjaga situasi kamtibmas.
“Kami siap menjadi mitra aktif. Apabila menemukan kejadian kecelakaan, potensi kemacetan, maupun hal-hal mencurigakan, akan kami teruskan kepada pihak kepolisian,” ungkapnya.
Sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan, dalam kegiatan tersebut Polres Boyolali juga menyerahkan 30 paket sembako kepada komunitas ojek online.
Kapolres Boyolali berharap silaturahmi tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi awal dari kerja sama yang semakin kuat antara kepolisian dan komunitas ojol dalam menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di Kabupaten Boyolali.
“Polri tidak dapat bekerja sendiri. Keamanan dan ketertiban merupakan tanggung jawab kita bersama,” pungkas Kapolres.
.jpeg)