Perkuat Toleransi dan Cegah Kenakalan Remaja, Polsek Ngemplak Edukasi Pelajar


BOYOLALI – Polsek Ngemplak bersama unsur Forkopimcam dan tokoh lintas agama menggelar Sosialisasi Moderasi dan Toleransi Antarumat Beragama sekaligus Pelepasan Paskibraka Kecamatan Ngemplak di Aula Sasana Bhakti Praja Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Senin (24/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 08.30 hingga 11.45 WIB tersebut diikuti sekitar 100 peserta. Hadir dalam kegiatan tersebut Sekcam Ngemplak Eko Sumardiyanto, S.E., Danramil 11 Ngemplak Kapten Inf Anang Hartanto, Kapolsek Ngemplak AKP Widarto, S.H., Kepala KUA Kecamatan Ngemplak Agung Arif Yuni Hasan, M.H., Ketua FKUB Kabupaten Boyolali Suwarno, S.E., personel Babinsa dan Bhabinkamtibmas, serta para pelajar dari SMA N 1 Ngemplak, SMK Kesehatan Donohudan, MA Nurul Islam Ngemplak dan SMA Pradita Dirgantara.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek Ngemplak AKP Widarto menekankan pentingnya menjaga kerukunan antarumat beragama sebagai fondasi persatuan dan kehidupan bermasyarakat yang damai. Menurutnya, toleransi harus diwujudkan melalui sikap saling menghormati, memahami perbedaan dan menjaga keharmonisan tanpa mencampuradukkan keyakinan.

Kapolsek juga memberikan edukasi kepada para pelajar agar bijak dalam memilih lingkungan pergaulan. Para siswa diingatkan untuk menjauhi tawuran, kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba serta berbagai aktivitas negatif yang dapat mengganggu masa depan.

“Adik-adik pelajar harus mampu menolak provokasi, memilih pergaulan yang positif dan mengisi waktu dengan kegiatan yang bermanfaat serta berprestasi,” pesan AKP Widarto.

Selain itu, Kapolsek mengingatkan pentingnya bijak bermedia sosial. Para pelajar diminta menjaga etika, tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta memahami bahwa aktivitas di ruang digital dapat memiliki konsekuensi hukum dan meninggalkan jejak digital.

Kewaspadaan terhadap penipuan online juga menjadi perhatian. Polsek Ngemplak mencatat hingga Agustus 2026 telah menerima sekitar 50 aduan terkait dugaan penipuan online. Masyarakat, khususnya pelajar, diimbau tidak mudah percaya terhadap tautan maupun pesan dari sumber tidak dikenal, menjaga kerahasiaan data pribadi dan kode OTP, serta melakukan verifikasi sebelum melakukan transaksi.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama